Tuesday, 15 December 2015

cara membuat bloger untuk pemula pasti tertarik!!!


CARA MEMBUAT BLOG

Anda mungkin tertarik untuk menjadi blogger setelah berkunjung ke beberapa situs blog besar di Indonesia, kemudian kagum dengan mereka.
Atau karena mendengar bahwa blog bisa menghasilkan uang.
Yang manapun alasannya, ini panduan yang tepat buat anda.
Saya tidak hanya akan mengajari anda cara membuat akun baru di Blogger/Blogspot dan cara instalasi WordPress. Ini sih 5 menit juga selesai.
Saya akan mengajari anda yang lebih penting lagi…
…yaitu cara membuat blog yang berpeluang tinggi untuk sukses.
Setelah selesai membaca artikel ini, anda akan bisa menciptakan blog yang keren, yang menarik, yang tidak kalah dengan milik para blogger terbaik di Indonesia.
Silahkan ambil segelas teh atau kopi, kita akan segera mulai.

…tapi sebelum itu, satu hal lagi

Semua blog yang sukses punya 1 kesamaan:
Blognya tidak dibuat secara asal-asalan.
Sebelum dibuat, mereka sudah punya gambaran seperti apa blognya nanti.
Maka dari itu, sebelum masuk ke proses pembuatan blog kita akan membahas perencanaannya terlebih dahulu.
Saya sangat menyarankan anda untuk mengikuti dari tahap 1.
Tapi kalau anda sudah tahu persiapannya seperti apa, klik tombol berikut untuk langsung menuju cara instalasi blog:

1. Tentukan topik utama blog

Mari saya beritahu 1 fakta menyeramkan:
Setiap hari ada 2,73 Juta konten baru yang diterbitkan blog di seluruh dunia. Lebih dari 70% dari blog-blog tersebut hanya mendapatkan 500 pengunjung per bulan.
Miris kan?
Kira-kira apa penyebabnya?
Ini beberapa yang utama:
  • Topiknya tidak jelas, berantakan
  • Topiknya tidak menarik bagi banyak orang
  • Topik yang dipilih tidak mereka kuasai
Begini…
Kalau anda hanya sempat membaca 5 blog sehari. Apakah anda akan memilih blog yang memiliki topik yang menarik dan konten yang berkualitas, atau yang tidak menarik?
Pasti yang topiknya dan kontennya menarik. Ya kan?
Itulah mengapa pemilihan topik sangat penting.
Ada 2 pertimbangan dalam memilih topik blog yang sukses:
  1. Harus menarik bagi banyak orang
  2. Harus menarik bagi anda sendiri
Poin pertama mungkin semua orang setuju, tapi poin kedua biasanya memancing perdebatan. Banyak yang tidak setuju.
Tapi coba dipikirkan…
…kalau anda tidak tertarik dengan apa yang anda buat, apa mungkin anda bisa membuat orang lain tertarik?

Topik mana yang bisa menghasilkan uang?

Berdasarkan survey yang saya lakukan beberapa waktu lalu, sebagian besar dari pembaca artikel ini ternyata ingin mendapatkan penghasilan dari blog.
Betul, blog memang bisa menjadi sumber penghasilan.
Tapi ada 1 mitos legendaris yang menyatakan bahwa hanya blog dalam topik tertentu yang bisa mendapatkan penghasilan.
Itu salah besar.
Semua topik bisa menghasilkan.
Asalkan konten yang anda buat mampu menarik minat banyak orang. Topik apapun bisa dibuat menjadi blog untuk berpenghasilan. Bahkan blog yang isinya lucu-lucuan.
Ini cerita dari pengalaman pribadi:
7-8 tahun yang lalu saya mencoba membuat blog dalam topik tax (perpajakan), karena katanya topik ini bisa mendapatkan banyak uang dari iklan.
Padahal saya sama sekali tidak tertarik dengan pajak.
Akibatnya…konten yang saya buat kualitasnya sangat rendah. Setiap kali menulis konten, rasanya stress. Akhirnya blog terbengkalai tanpa mendapatkan pengunjung sama sekali.
Jadi, jangan pilih topik yang tidak menarik bagi anda.
PENTING: Kalau anda ingin serius blogging untuk jangka panjang, jangan pilih topik yang mengundang permasalahan hukum. Misalnya menyediakan lagu MP3, download film, konten dewasa, dan sejenisnya.

2. Pilih platform blog yang tepat untuk anda

Salah satu proses terberat dalam memulai blog sudah kita lewati.
Sekarang kita masuk ke yang lebih mudah.
Teknologi jaman sekarang sudah canggih. Dengan menggunakan platform blogging, anda bisa menulis di blog seperti menulis di Microsoft Word.
Ini 3 pilihan yang paling populer:
  1. Blogspot — hosted
  2. WordPress.com — hosted
  3. WordPress.org — self-hosted
Masih ada puluhan platform blogging lainnya, tapi saya tidak akan mempersulit pilihan anda dengan membahas yang kurang populer.
Perhatikan 2 istilah ini: hosted dan self-hosted.
Apaan tuh?
Hosted berarti blog anda ‘menumpang’ di website mereka. Jadi anda tidak akan punya website murni milik sendiri, dan alamat blog anda seperti ini: blogsaya.blogspot.com
Self-hosted kebalikannya.
Anda membuat website sendiri dengan platform bernama WordPress. Website tersebut akan 100% jadi milik anda, tetapi anda harus membayar untuk nama domain dan hostingnya.
Hmm…oke, lalu pilih mana?
Mari kita bahas satu per satu.
Pilih platform hosted kalau anda:
  1. Sama sekali tidak ingin keluar biaya
  2. Hanya ingin fokus dalam membuat konten, tanpa peduli urusan teknikal
  3. Rela terlihat sedikit kurang profesional
  4. Tidak masalah dengan keterbatasan fitur
Sebaliknya, pilih platform self-hosted kalau anda:
  1. Punya modal sekitar Rp 300ribu per tahun (untuk domain dan hosting)
  2. Tidak takut belajar hal baru
  3. Ingin akses penuh untuk kustomisasi dan penambahan fitur
  4. Ingin lebih dari sekedar blogging
Karena sangat fleksibel, WordPress self-hosted memang sering digunakan untuk fungsi yang lebih daripada sekedar blog.
Misalnya berjualan online, website bisnis, komunitas, dan lain-lain.
Saya pribadi selalu menyarankan supaya orang yang serius blogging untuk menggunakan self-hosted dari WordPress.org, karena akan lebih bagus dalam jangka panjang.
Tapi kalau modal anda benar-benar 0, tidak masalah.
Meskipun sedikit lebih repot, ketika blog anda sudah sukses anda bisa pindah dari hosted ke self-hosted. Banyak yang melakukan seperti ini, jadi anda bisa tetap mulai dari hosted.
Cara instalasi WordPress self-hosted akan dijelaskan di bawah.

3. Tentukan penyedia layanan hosting dan domain

Buat anda yang belum pernah dengar istilah ini:
Domain: nama/alamat website anda. Blog ini domain-nya PanduanIM.com. Hosting: tempatnya file-file blog anda disimpan. Seperti harddisk kalau di komputer.
Pengertian aslinya lebih kompleks, tapi jangan ambil pusing.
Keduanya menggunakan sistem sewa. Artinya anda perlu membayar setiap bulan/tahun ketika anda menyewa domain dan hosting. Tidak ada pilihan bayar sekali untuk seumur hidup.
Peranannya vital untuk blog.
Tentunya anda tidak ingin blog yang anda buat sering mengalami masalah seperti mati mendadak, atau tidak bisa diakses secara tiba-tiba.
Jadi, pilih penyedia domain dan hosting yang terpercaya.
Ini beberapa layanan domain dan hosting internasional yang biasanya direkomendasikan untuk pemula:
Harganya murah, dan untuk blog kecil-menengah biasanya tidak ada masalah.
Untuk menyewa hosting dan domain di situs-situs di atas anda membutuhkan kartu kredit atau PayPal ketika membayar.
Sayangnya, saya belum bisa merekomendasikan penyedia hosting dan domain Indonesia karena hingga sekarang pun saya masih menggunakan layanan internasional.

4. Tentukan nama domain

Nama domain akan selalu melekat pada blog anda.
Meskipun masih bisa diganti, tetapi bakal repot dan kalau salah bisa fatal akibatnya. Maka dari itu sebaiknya tentukan matang-matang nama domain di awal.
Ini 7 hal yang harus anda perhatikan:
  1. Sesuaikan dengan topik blognya
  2. Hindari nama yang mirip dengan website populer
  3. Mudah ditulis, diingat, dan diucapkan
  4. Sebisa mungkin gunakan .com
  5. Hindari tanda strip/minus (-) dan angka
  6. Jangan gunakan merek milik orang lain
  7. Cek juga ketersediaan username-nya di jejaring sosial
Beberapa orang mungkin tidak akan setuju dengan saya pada poin ke-4, karena sebetulnya ada ekstensi lain selain .com yang juga bagus.
Misalnya .org, .net, .co, .id, dsb.
Tapi alasan saya memilih .com karena merupakan yang paling diingat.
Saya punya blog dengan akhiran .co, .net, dan .org, tapi kenyataannya banyak juga orang yang salah ketik…yang mereka masukkan justru .com.
Jadi dahulukan .com, gunakan yang lain sebagai opsi terakhir.
Oh ya, hindari tanda strip (-) dan angka di domain karena orang-orang akan menganggap keduanya sebagai blog spam. KECUALI apabila memang brand anda menggunakan salah satunya.

5. Instalasi blog self-hosted dengan platform WordPress

Sekarang kita masuk langkah-langkah membuat blog.
Dalam artikel ini saya akan menggunakan NameCheap, HostGator, dan WordPress (self-hosted) sebagai contoh. Anda bisa menggunakan layanan hosting dan domain lain karena tidak jauh berbeda.
Membuat blog yang hosted tidak perlu saya jelaskan lagi karena anda hanya tinggal mengikuti panduan yang sudah langsung ada di websitenya:
  1. Blogspot — (panduan resmi, B. Inggris)
  2. WordPress.com — (panduan resmi, B. Inggris)
Langsung saja:

Langkah 1 – Sewa layanan hosting

Silahkan menuju HostGator kemudian klik tombol kuning “get started now”, anda akan diarahkan ke pilihan paket.
Pilihan Paket HostGator
Saya menyarankan untuk memilih paket yang termurah untuk pemula. Jadi, pilih Hatchling Plan.
Pilih durasi sesuai kebutuhan anda, kemudian klik tombol untuk lanjut.
Selanjutnya anda akan memilih domain…
Kalau anda belum punya domain, anda bisa sekalian mendaftarkan di HostGator.
Sedangkan kalau anda sudah punya domain, di bagian paling atas, masukkan nama domain yang anda inginkan atau pilih tab “I Already Own This Domain”.
Memilih Domain HostGator
Lanjut ke bawahnya, di nomor 3 masukkan data diri anda dan pilih metode pembayaran, kartu kredit atau PayPal.
Kemudian hilangkan centang di nomor 4 untuk layanan yang tidak anda inginkan.
Kalau anda punya kupon, masukkan di nomor 5.
Biasanya HostGator menyediakan kupon yang berbeda tiap bulannya, ada baiknya anda mencari kupon diskonnya terlebih dahulu di Google dengan kata kunci “HostGator coupon code”.
Seringkali diskonnya sampai 50%.
Centang di persetujuan Terms of Service dan klik tombol Checkout Now untuk melanjutkan pembayaran.
Pembayaran Selesai
Setelah pembayaran selesai, anda akan diteruskan ke halaman di atas.
Klik tombol kuning untuk masuk ke Customer Portal.
Jangan lupa periksa email anda juga untuk melihat detail akun anda termasuk password. Simpan email ini karena kemungkinan akan anda butuhkan lagi.

Langkah 1a – Mengarahkan domain ke hosting

Ini hanya kalau anda tidak beli domain langsung di tempat hosting!
Setelah membeli hosting, anda akan mendapatkan 2 atau lebih Nameserver melalui email. Contohnya 3323.hostgator.com.
Catat nameserver ini.
Login ke registrar domain anda, dalam contoh ini saya gunakan NameCheap. Kemudian klik nama domain yang anda ingin ubah.
Mengubah nameserver
  1. Klik Domain Name Server Setup (kalau anda menggunakan layanan domain lain biasanya namanya bisa juga DNS atau Nameserver)
  2. Masukkan name server yang anda dapatkan dari hosting
  3. Klik save

Langkah 2 – Instalasi Wordpress dalam 2 kali klik

Setelah membeli hosting dari HostGator, anda akan dikirimkan email berupa link alamat CPanel anda beserta username dan passwordnya.
Klik link CPanel anda dari email.
Masukkan username dan password yang diberikan, silahkan ganti passwordnya sesuai dengan selera anda. Atau biarkan, asal anda bisa ingat.
Kemudian anda akan tiba di halaman ini:
Instalasi WordPress HostGator
Sepertinya rumit karena banyak tombol dan gambar, tapi jangan khawatir.
Instalasi WordPress hanya tinggal 2 klik lagi!
Pertama, klik tombol yang saya beri warna kuning di gambar di atas… anda akan masuk ke halaman ini:
Instalasi WordPress 2
Masukkan data blog baru anda, kemudian klik Install Now.
SELESAI!
Setelah itu, anda akan diberikan link menuju Dashboard instalasi WordPress anda beserta username dan passwordnya.
Selamat, anda sudah berhasil menginstall WordPress!

6. Memahami WordPress setelah instalasi

Setelah proses instalasi di atas, anda mungkin akan merasa bingung harus menuju kemana untuk menerbitkan konten baru.
Ini beberapa petunjuk untuk mempelajari WordPress.

a. Masuk ke dashboard WordPress

Dashboard adalah tempat dimana seorang admin mengelola blog WordPress-nya.
Untuk masuk ke Dashboard, ini alamat standarnya:
http://namablog.com/wp-admin/
Masukkan username dan password yang sudah anda daftarkan tadi.
Di Dashboard ini anda bisa mengubah pengaturan blog, mengganti tampilan, menambah plugin, melakukan moderasi komentar, dan lain-lain.

b. Mengganti nama blog, bahasa, & pengaturan lain

Untuk mengganti nama dan tagline blog, anda bisa menuju ke Settings > General.
Pengaturan Umum
Pengaturan lainnya seperti permalink dan jumlah post di homepage dapat juga anda temukan di Settings.

c. Mengubah theme WordPress

Pemilik blog baru biasanya ingin langsung mengubah tampilan blognya supaya sesuai selera. Untungnya, WordPress punya ribuan theme siap pakai.
Lokasinya di Appearance > Themes.
Mengganti theme
Untuk menambah theme baru, klik tombol Add New di atas. Kemudian untuk mengupload theme baru, klik Upload Theme di atas.

d. Menambah plugin WordPress

Plugin adalah salah satu alasan kita memilih WordPress.
Dengan bantuan plugin, anda bisa menambah fitur-fitur sesuai yang anda inginkan tanpa perlu paham programming.
Untuk melihat plugin yang sudah terinstall, klik Plugins > Installed Plugins. Sementara untuk menambah plugin baru klik Plugins > Add New.
Kalau anda ingin meng-upload plugin, klik Upload Plugin.
Menambah plugin
Beberapa plugin yang sebaiknya anda install dan aktifkan:
  1. SEO WordPress by Yoast: mempermudah urusan SEO
  2. BackWPup: mem-backup data blog anda secara otomatis
  3. Akismet: filter komentar spam
  4. Wordfence: meningkatkan keamanan
Sisanya sesuai kebutuhan.
Anda bisa langsung mencari dan menginstall plugin-plugin tersebut dari dashboard WordPress.

e. Membuat post baru

Sekarang saatnya membuat konten untuk blog anda.
Pertama-tama silahkan menuju Posts > All Posts dari sidebar sebelah kiri.
Anda akan menemukan post berjudul “Hello World!”, hapus post tersebut karena hanya sebagai contoh.
Kemudian klik tombol Add New di atas untuk membuat artikel baru.
Membuat artikel baru
Ini keterangan dari gambar di atas sesuai nomornya:
  1. Tulis judul artikel anda di sini
  2. Tombol untuk menambahkan gambar atau video ke dalam post anda
  3. Mengatur format seperti bold, italic, list & numbering, read more, dan lain-lain
  4. Tempat menulis tubuh artikel anda
  5. Taruh setiap topik yang berbeda dalam satu kategori agar lebih rapi
  6. Saat tulisan siap diterbitkan, klik Publish

Selesai! Apa selanjutnya?

Selamat, anda sudah berhasil membuat blog dengan WordPress (atau platform lainnya). Sampai di titik ini anda sudah tahu cara:
  1. Menentukan topik utama blog
  2. Menentukan platform blogging yang tepat
  3. Memilih penyedia layanan domain & hosting
  4. Memilih nama domain
  5. Melakukan instalasi blog
  6. Mengatur WordPress agar sesuai selera
  7. Menerbitkan konten baru untuk blog
Tapi perjalanan anda belum selesai.
Justru sebetulnya kita baru akan mulai!
Selanjutnya kita belajar bagaimana supaya blog anda bisa jadi sukses.
Materinya ada banyak, tapi jangan khawatir. Kalau anda tidak sempat membaca semuanya sekarang, silahkan bookmark halaman ini dan kembali lain kali.
Ini dia semua yang perlu anda ketahui untuk membuat blog yang sukses:

No comments:

Post a comment

Download Arsip Soal Politeknik Lengkap 2011-2019 Se-Indonesia Update

POLITEKNIK NEGERI Menurut data yang kaka punya ini lah Politeknik Negeri yang banyak di gandrungi kaka kelas ade-ade semua untuk mengal...